- Dalam dekade terakhir, deforestasi Indonesia menunjukkan penurunan, termasuk di sektor pulp dan sawit. Namun, analisis spasial terbaru mengungkapkan situasi berbeda. Ambisi hijau negara-negara maju, seperti Jepang dan Korea Selatan, yang ingin gunakan biomassa sebagai sumber energi terbarukan mereka justru mendorong degradasi hutan hujan tropis Indonesia.
- Laporan Earth Insight, Auriga Nusantara, Forest Watch Indonesia (FWI), Solutions for Our Climate (SFOC), Trend Asia, dan Mighty Earth juga mencatat, Jepang menerima sekitar 38% dan Korea Selatan 62% dari ekspor pelet kayu Indonesia selama 2021-2023. Selama periode sama, volume ekspor biomassa kayu Indonesia meningkat dari 1.000 kali, dari 100 metrik ton per tahun.
- Timer Manurung, Direktur Eksekutif Yayasan Auriga Nusantara mengatakan, pasar Jepang dan Korsel saat ini jadi pemicu perluasan kebun kayu energi Indonesia. Bersamaan dengan itu, kebijakan co-firing akan meningkatkan konsumsi biomassa dalam negeri hingga 8.400%. Kondisi ini, katanya, jadi ancaman serius bagi hutan dan masyarakat lokal.
- Berkat desakan para pihak, akhirnya Korsel kurangi subsidi pada biomassa. Pada 18 Desember 2024, Korsel mengumumkan reformasi besar dukungan pemerintah terhadap energi biomassa, dengan mengurangi subsidi untuk sebagian besar kategori biomassa. Langkah ini merupakan inisiatif bersama Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi (MOTIE), Dinas Kehutanan Korea, dan Kementerian Lingkungan Hidup.
Dalam dekade terakhir, tingkat deforestasi di Indonesia memang menunjukkan penurunan, termasuk di sektor pulp dan kelapa sawit. Namun, analisis spasial terbaru mengungkapkan situasi yang berbeda. Ambisi hijau negara-negara maju, seperti Jepang dan Korea Selatan, yang ingin menggunakan produk biomassa sebagai sumber energi listrik terbarukan mereka justru mendorong degradasi hutan hujan tropis Indonesia.
Jepang dan Korea Selatan adalah negara yang masif mengembangkan program transisi hijaunya melalui penggunaan produk biomassa. Negara Sakura dan Gingseng ini mengklasifikasikan pelet kayu sebagai sumber energi terbarukan dalam kebijakan energi nasionalnya mereka. Kedua negara ini menggunakan pelet kayu untuk pembangkit listrik biomassa, serta dicampurkan dalam bahan bakar di pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU).
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran

















Leave a Reply
View Comments