Kolam Air yang dibuat perusahaan PT. Sawit Jaya Abadi 2 menggunakan alat berat, agar terkesan Danau Toju masih ada. Foto: Sarjan Lahay/Mongabay Indonesia
Kolam Air yang dibuat perusahaan PT. Sawit Jaya Abadi 2 menggunakan alat berat, agar terkesan Danau Toju masih ada. Foto: Sarjan Lahay/Mongabay Indonesia

B+Sawit Datang, Danau Toju Hilang

  • Danau Toju merupakan salah satu danau yang berada di Kecamatan Pamona Timur, dan dikelilingi oleh lima desa, yaitu Desa Tiu, Kamba, Poleganyara, Taripa, dan Labuadago. Danau Toju memiliki luas sekitar 30 hektar dengan dialiri enam sungai besar dan kecil yang merupakan sumber utama kehidupan warga sekitar. Namun, semua itu berubah setelah sawit datang.
  • Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Kompas Peduli Hutan (Komiu) pada tahun 2018, ternyata PT. Sawit Jaya Abadi (SJA) 2 tak memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU) di Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso. Perusahaan ini hanya memiliki izin lokasi untuk keperluan perkebunan sawit dengan luas 8.500 hektar yang diberikan oleh Bupati Poso Piet Inkiriwang saat itu pada 18 Juli 2008
  • Gifvents menduga, pembukaan lahan untuk perkebunan sawit menjadi penyebab utama Danau Toju hilang. Saat pembukaan lahan, Ia meyakini enam sungai yang mengalir ke Danau Toju itu diubah badan airnya, sehingga air yang sebelumnya mengalir ke Danau Toju, sudah tak ada lagi. Alhasil, air yang ada di Danau Toju ikut meresap hingga hilang.
  • Lian Gogali, pendiri dan Direktur Institut Mosintuwu menyatakan, hilangnya Danau Taju sama hal hilangnya tradisi masyarakat sekitar yang menjadi nilai-nilai kehidupan mereka. Salah satunya adalah tradisi mosango memiliki sejarah panjang bagi masyarakat poso dalam memperjuangkan hak mereka untuk bisa melakukan aktivitas menangkap ikan yang sudah dilaksanakan sejak berpuluh-puluhan tahun lalu.

Ribuan pohon sawit dengan ketinggian 7 sampai 10 meter tertanam rapi dan mengelilingi sebuah kolam air yang memiliki luas dan lebar sekitar 20 meter di Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Pohon-pohon sawit itu terkesan sedang mengepung kolam air itu yang awalnya merupakan Danau Toju itu, salah satu danau kecil yang ada di wilayah itu. Pemandangan itu terlihat dari udara dengan menggunakan Drone kala mendatangi lokasi itu pada akhir September lalu.

“Dahulu, kolam air itu merupakan Danau Toju. Tapi, setelah sudah ada perkebunan sawit, danau itu hilang dan tinggal kolam air saja yang berukuran sekitar 20 meter,” kata T Tampona, Warga Desa Tiu, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso. Ia bilang, dahulu Danau Toju merupakan tempat yang indah sekaligus sumber kehidupan warga sekitar. Namun, tempat yang menjadi sandaran hidup oleh lima desa itu menghilang ditelan Bumi. Ia menduga, perkebunan sawit menjadi dalang utama.

Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
  • Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
  • Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
  • Berita kredibel tanpa intervensi
  • Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan

Kami menerima metode pembayaran

DANA gopay OVO ShopeePay QRIS Dan lainnya
Sarjan Lahay adalah jurnalis lepas di Pulau Sulawesi, tepatnya di Gorontalo. Ia sangat tertarik dengan isu lingkungan dan perubahan iklim. Ia juga sering menerima berbagai beasiswa liputan, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menceritakan berbagai macam isu dampak perubahan iklim, kerusakan lingkungan yang dilakukan industri ekstraktif, hingga cerita masyarakat adat yang terus terpinggirkan. Sejak 2019, Sarjan terjun ke dunia jurnalistik, dan pada Tahun 2021 hingga sekarang menjadi jurnalis lepas di Mongabay Indonesia.