- Perairan Indonesia merupakan jalur penting migrasi hiu dari Australia, termasuk hiu paus, hiu putih besar, dan hiu harimau.
- Data migrasi hiu masih sangat terbatas, terutama untuk spesies yang terancam punah, sehingga banyak jalur pergerakan belum sepenuhnya diketahui.
- Kerja sama Indonesia–Australia dan negara kawasan sangat diperlukan untuk penelitian, pemantauan, dan perlindungan hiu yang bermigrasi melintasi batas negara.
Berapa banyak hiu paus yang setiap tahun meninggalkan perairan Australia dan berenang jauh ke utara, melintasi Laut Timor, hingga masuk ke wilayah laut Indonesia? Pertanyaan sesederhana itu, ternyata, selama puluhan tahun tidak punya jawaban yang jelas—bukan karena pergerakannya tidak pernah terjadi, melainkan karena tidak ada satu pun kajian yang pernah mengumpulkan seluruh bukti ilmiah yang tersebar itu menjadi satu gambaran utuh.
Kekosongan itulah yang coba diisi oleh tim peneliti dari University of Queensland, University of the Sunshine Coast, CSIRO, University of Tasmania, dan Marine Megafauna Foundation, dipimpin Diego F. Bezerra, dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Conservation Biology.
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran













Leave a Reply
View Comments