- Terumbu karang memiliki batas kemampuan dalam mengejar kenaikan permukaan laut, dan ambang kritisnya diperkirakan sekitar 5,3 mm per tahun.
- Perubahan iklim meningkatkan risiko terumbu karang gagal bertahan, terutama jika kenaikan permukaan laut berlangsung lebih cepat daripada kemampuan terumbu membangun kerangka baru.
- Indonesia dan Segitiga Terumbu Karang membutuhkan lebih banyak data dan perlindungan, karena kawasan ini penting secara ekologis tetapi masih relatif kurang terwakili dalam rekaman penelitian.
Ada satu pertanyaan yang selama beberapa dekade menghantui ilmuwan kelautan di seluruh dunia, termasuk mereka yang mempelajari terumbu karang Indonesia: seberapa cepat sesungguhnya terumbu karang mampu tumbuh secara vertikal untuk mengimbangi kenaikan permukaan laut?
Jika permukaan laut naik lebih cepat daripada kemampuan terumbu untuk tumbuh, terumbu perlahan akan tenggelam. Ketika itu terjadi, karang kehilangan akses terhadap cahaya matahari yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.
Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran
DANA
gopay
OVO
ShopeePay
QRIS
Dan lainnya













Leave a Reply
View Comments