- Konflik tambang Gorontalo berakar dari perebutan legitimasi antara perusahaan dan penambang rakyat.
- Legalitas perusahaan berhadapan dengan sejarah dan mata pencaharian penambang rakyat yang telah lama menggarap wilayah tersebut.
- Pelibatan penambang rakyat dalam tata kelola tambang menjadi kunci untuk mencegah konflik berulang.
Pada 2023, sekitar 2.500 warga dan penambang emas rakyat di Pohuwato, Gorontalo, turun ke jalan. Mereka memprotes cara sebuah perusahaan tambang menangani kompensasi lahan di Gunung Pani. Perusahaan tersebut telah mengantongi izin lingkungan dan mulai membangun fasilitas di atas tanah yang selama puluhan tahun digarap oleh penambang rakyat setempat.
Aksi unjuk rasa itu kemudian berubah menjadi kerusuhan. Kantor pemerintah daerah dibakar, kerugian ditaksir mencapai Rp50 miliar, dan lebih dari 35 warga serta aktivis ditangkap.
Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran
DANA
gopay
OVO
ShopeePay
QRIS
Dan lainnya













Leave a Reply
View Comments