- Adaptasi iklim sering gagal bukan karena teknologinya, tetapi karena pemerintah dan petani berbeda dalam menentukan prioritas.
- Strategi adaptasi harus disesuaikan dengan kondisi lokal, karena kebutuhan petani Batudulang berbeda dengan petani di Pelat.
- Petani perlu dilibatkan sejak awal agar kebijakan adaptasi benar-benar sesuai dengan risiko, kemampuan, dan kebutuhan mereka.
Di ladang-ladang berbukit Desa Batudulang, Kabupaten Sumbawa, petani sudah lama punya jurus sendiri menghadapi musim kering yang datang tak menentu: menanam beragam tanaman sekaligus di satu petak lahan. Kemiri berdampingan dengan kopi, alpukat bertetangga dengan durian dan jahe.
Jika satu tanaman gagal panen, yang lain masih bisa diharapkan. “Kami biasanya menanam beberapa jenis tanaman bersamaan, karena kalau satu gagal, yang lain masih bisa bertahan,” kata seorang petani kepada tim peneliti.
Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran
DANA
gopay
OVO
ShopeePay
QRIS
Dan lainnya












Leave a Reply
View Comments