- Panas ekstrem dapat merusak jantung dan meningkatkan risiko kematian akibat gangguan kardiovaskular.
- Suhu tubuh permukaan tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya, sehingga pengukuran suhu inti penting untuk diagnosis sengatan panas.
- Pencegahan dan deteksi dini, terutama pada kelompok rentan, sangat penting untuk mengurangi dampak heat stroke.
Seorang pemuda berusia awal dua puluhan berolahraga di tengah cuaca 38 derajat Celsius. Tak lama kemudian ia ambruk. Jantungnya berhenti berdetak normal—fibrilasi ventrikel, kondisi kelistrikan jantung yang kacau dan mematikan.
Anehnya, ketika petugas medis mengukur suhu tubuhnya dari ketiak, angkanya normal: 36,6 derajat Celsius. Tak ada tanda demam tinggi yang biasa dikaitkan dengan sengatan panas atau heat stroke.
Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran
DANA
gopay
OVO
ShopeePay
QRIS
Dan lainnya













Leave a Reply
View Comments