- Lahan bekas tambang terlihat hijau, tetapi ekosistemnya belum sepenuhnya pulih.
- Tanah kembali mengasam dan keanekaragaman hayati masih jauh di bawah hutan alami.
- Reklamasi perlu menilai kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati, bukan hanya jumlah pohon dan tutupan hijau.
Dari kejauhan, blok-blok bekas tambang bauksit milik PT Aneka Tambang (Antam) di Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, tampak seperti hutan biasa. Ada papan informasi kecil di setiap petak yang mencatat tahun tanam, jumlah pohon, dan jenis yang ditanam—jejak administratif dari sebuah program reklamasi yang telah berjalan sejak 2015.
Semakin tua sebuah blok, semakin tinggi dan rapat pepohonannya. Di blok tertua, yang sudah berumur satu dekade, kanopi sudah menutup dan understory dipenuhi tumbuhan paku yang lebat.
Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran
DANA
gopay
OVO
ShopeePay
QRIS
Dan lainnya













Leave a Reply
View Comments