- Penetapan taman nasional menggeser hak masyarakat adat Mamasa dari kepemilikan menjadi akses yang harus mendapat izin.
- Program konservasi dan insentif negara secara perlahan memperkuat kontrol pemerintah atas hutan adat.
- Konflik tenurial belum selesai karena pengakuan hak adat masih kalah kuat dibandingkan kewenangan negara.
Di pegunungan Quarles, di jantung Sulawesi Barat, ada sebuah gunung yang oleh masyarakat Mamasa dipercaya bisa “berbicara”. Ketika suara tertentu terdengar dari puncaknya, warga meyakini itu pertanda duka—mungkin kematian—dan seluruh aktivitas di hutan harus dihentikan seketika.
Orang-orang pulang ke kampung, memastikan kabar itu, lalu menjalani ritual berkabung. Gunung itu bernama Gandang Dewata, dan nama itu sendiri adalah jejak dari hubungan spiritual yang telah berlangsung jauh lebih lama dari negara Indonesia berdiri.
Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran
DANA
gopay
OVO
ShopeePay
QRIS
Dan lainnya












Leave a Reply
View Comments