- Pangan lokal NTB memiliki potensi besar sebagai sumber gizi alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengatasi stunting.
- Inovasi pengolahan bahan lokal membuktikan bahwa pangan tradisional dapat menjadi produk bergizi dan bernilai tinggi.
- Pengembangan pangan lokal membutuhkan dukungan teknologi, edukasi, dan kebijakan agar dapat dimanfaatkan secara luas.
Di sebuah dapur sederhana di Sumbawa Barat, seorang ibu kader kesehatan mengaduk adonan yang terlihat biasa: jagung, ubi jalar, kacang komak, sedikit ikan tongkol, dan daun kelor yang baru dipetik dari pekarangan.
Bahan-bahan itu bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat setempat—selama puluhan tahun mereka tumbuh subur di tanah kering Nusa Tenggara Barat, sering dianggap sebagai “makanan orang susah” ketimbang beras putih yang kini mendominasi meja makan.
Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran
DANA
gopay
OVO
ShopeePay
QRIS
Dan lainnya













Leave a Reply
View Comments