- Perubahan iklim akibat aktivitas manusia telah melipatgandakan jumlah hari panas lembap berbahaya di dunia dalam lima dekade terakhir.
- Kombinasi suhu tinggi dan kelembapan membuat tubuh sulit mendinginkan diri, sehingga meningkatkan risiko penyakit akibat panas hingga kematian.
- Tanpa upaya mitigasi dan adaptasi, hari-hari panas lembap ekstrem diperkirakan akan semakin sering terjadi dan mengancam lebih banyak wilayah serta penduduk dunia.
Bayangkan tubuh Anda sebagai sebuah mesin pendingin alami. Ketika suhu meningkat, tubuh mulai berkeringat. Keringat kemudian menguap dan membawa panas keluar, membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Sistem ini bekerja efektif selama udara di sekitar masih mampu menyerap uap air.
Namun, ketika udara sudah terlalu lembap dan mencapai titik jenuh, mekanisme pendinginan ini mulai gagal. Keringat tidak lagi dapat menguap dengan baik, sehingga panas terperangkap di dalam tubuh. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengatur suhu, risiko dehidrasi meningkat, dan dalam kondisi ekstrem, tubuh dapat mengalami heat stroke—keadaan darurat medis yang berpotensi menyebabkan kerusakan organ hingga kematian.
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran













Leave a Reply
View Comments