- Alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab meningkatnya banjir dan kekeringan karena mengganggu kemampuan tanah menyerap air.
- Perubahan hutan dan lahan pertanian menjadi perkebunan, pertanian, dan permukiman memberikan dampak berbeda terhadap kondisi hidrologi.
- Mitigasi bencana perlu disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah, melalui perlindungan hutan, agroforestri, dan pengelolaan air yang tepat.
Setiap musim hujan tiba, ritual yang sama berulang di berbagai penjuru Indonesia: sungai meluap, jalan berubah jadi sungai dadakan, dan berita banjir memenuhi layar televisi. Lalu ketika musim kemarau datang, cerita berbalik arah — sumur mengering, sungai menyusut, dan petani harus berjuang mendapatkan air untuk ladangnya.
Dua wajah bencana yang tampak berlawanan ini, menurut sekelompok peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Tropenbos Indonesia, sesungguhnya punya akar yang sama: perubahan besar-besaran pada cara lahan di Indonesia digunakan.
Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran
DANA
gopay
OVO
ShopeePay
QRIS
Dan lainnya










