B+Kelelawar Terus Berada di Etalase Penjual

Perdagangan kelelawar di Indonesia masih berlangsung terbuka dan ilegal selama bertahun-tahun

Kelelawar. Gambar oleh Kris Dhondt dari Pixabay
Kelelawar. Gambar oleh Kris Dhondt dari Pixabay
  • Perdagangan kelelawar di Indonesia berlangsung terbuka dan ilegal selama bertahun-tahun.
  • Permintaan untuk pengobatan tradisional membuat ribuan kelelawar terus diperjualbelikan, terutama di wilayah dengan kondisi sosial-ekonomi lebih rendah.
  • Perdagangan ini berisiko bagi kelestarian kelelawar sekaligus meningkatkan potensi penularan penyakit dari satwa ke manusia.

Di sudut Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, sangkar-sangkar besi berjajar di antara kandang burung dan tokek. Di dalamnya, kalong—kelelawar buah berukuran besar—tergantung terbalik, sayapnya terlipat rapat, menunggu pembeli.

Begitu seseorang menunjuk dan menyepakati harga, pedagang akan langsung menyembelihnya di tempat, mengulitinya, lalu menyerahkan bangkainya untuk dibawa pulang. Bukan untuk santapan, melainkan untuk ramuan: kalong dipercaya sebagian masyarakat sebagai obat asma.

Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
  • ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
  • ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
  • ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
  • ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan

Kami menerima metode pembayaran

DANA gopay OVO ShopeePay QRIS ♦ Dan lainnya
Baca juga:  Ketika Tanah Adat Ditentukan oleh Koneksi Kekuasaan
Sarjan Lahay adalah jurnalis lepas di Pulau Sulawesi, tepatnya di Gorontalo. Ia sangat tertarik dengan isu lingkungan dan perubahan iklim. Ia juga sering menerima berbagai beasiswa liputan, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menceritakan berbagai macam isu dampak perubahan iklim, kerusakan lingkungan yang dilakukan industri ekstraktif, hingga cerita masyarakat adat yang terus terpinggirkan. Sejak 2019, Sarjan terjun ke dunia jurnalistik, dan pada Tahun 2021 hingga sekarang menjadi jurnalis lepas di Mongabay Indonesia.