- Laba-laba baru Rathalos inagami menjadi catatan pertama keluarga Anyphaenidae di Asia Tenggara.
- Temuan ini menunjukkan bahwa rumpun bambu masih menyimpan keanekaragaman hayati yang belum banyak terungkap.
- Penemuan di sekitar kampus membuktikan bahwa eksplorasi sederhana dapat membuka pengetahuan baru tentang biodiversitas Indonesia.
Agustus 2024, di tepi Sungai Ciapus yang membelah kampus Institut Pertanian Bogor, Naufal Urfi Dhiya’ulhaq dan Ahmad Restu Dwikelana sedang melakukan sesuatu yang bagi kebanyakan orang mungkin terdengar remeh: mengetuk-ngetuk rumpun bambu, berharap ada laba-laba yang jatuh ke jaring penangkap mereka. Yang mereka temukan hari itu, tanpa mereka sadari sepenuhnya saat itu, ternyata adalah sesuatu yang belum pernah tercatat oleh ilmu pengetahuan di seluruh Asia Tenggara.
Temuan itu baru resmi diumumkan awal 2026 dalam jurnal Journal of Asia-Pacific Biodiversity, ditulis bersama Purnama Hidayat dari Departemen Proteksi Tanaman IPB. Judulnya sendiri sudah menyiratkan sedikit humor ilmiah: “Penampakan hantu” — merujuk pada nama umum keluarga laba-laba yang mereka temukan, Anyphaenidae, yang di kalangan penggemar arakhnida dikenal sebagai ghost spider atau laba-laba hantu.
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran












Leave a Reply
View Comments