Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato. (Foto: Sarjan Lahay)
Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato. (Foto: Sarjan Lahay)

B+Tambang Ilegal Menggali Petaka

Tambang ilegal menggali petaka bagi lingkungan dan kehidupan warga.

Tambang ilegal menggali petaka bagi lingkungan dan kehidupan warga.

  • Sungai-sungai Pohuwato yang dulu menjadi sumber kehidupan kini berubah menjadi aliran keruh akibat tambang emas ilegal yang tak terkendali.
  • Di balik rusaknya lingkungan, warga—terutama perempuan dan petani—menanggung beban berlapis, dari krisis air bersih hingga ancaman kehilangan penghidupan.
  • Ketika kerusakan terus dibiarkan, yang tersisa bukan hanya bencana ekologis, tetapi juga masa depan yang kian tergerus.

Pagi itu, air Sungai Popayato tidak lagi bening. Warnanya berubah menjadi cokelat keruh, seperti kopi susu yang diaduk tergesa-gesa. Di tepian sungai, Samin Ahmad (52) berdiri dengan wajah muram. Ia menatap aliran air yang dulunya menjadi sumber kehidupan bagi keluarganya.

“Dulu kami minum dari sini,” katanya pelan. “Sekarang, ikan saja sudah hilang.”

Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
  • Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
  • Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
  • Berita kredibel tanpa intervensi
  • Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan

Kami menerima metode pembayaran

DANA gopay OVO ShopeePay QRIS Dan lainnya
Sarjan Lahay adalah jurnalis lepas di Pulau Sulawesi, tepatnya di Gorontalo. Ia sangat tertarik dengan isu lingkungan dan perubahan iklim. Ia juga sering menerima berbagai beasiswa liputan, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menceritakan berbagai macam isu dampak perubahan iklim, kerusakan lingkungan yang dilakukan industri ekstraktif, hingga cerita masyarakat adat yang terus terpinggirkan. Sejak 2019, Sarjan terjun ke dunia jurnalistik, dan pada Tahun 2021 hingga sekarang menjadi jurnalis lepas di Mongabay Indonesia.