- Tambang galian C di kawasan hulu mengubah bentang alam, mengurangi vegetasi dan kemampuan tanah menyerap air sehingga meningkatkan aliran permukaan serta erosi.
- Dampaknya merambat dari hulu ke hilir: sedimentasi membuat sungai dangkal, memicu banjir, dan turut mengganggu ekosistem pesisir serta mata pencaharian warga.
- Solusi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi membutuhkan pengawasan tambang, perlindungan kawasan hulu, serta pelibatan warga dalam pengelolaan dan pengurangan risiko bencana.
Pada peta citra satelit yang digunakan untuk membuka laporan ini, perbedaannya terlihat jelas dan mengusik: kawasan yang dahulu dipenuhi vegetasi hijau lebat di perbukitan hulu Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, kini berubah menjadi hamparan lahan terbuka yang gundul—jejak aktivitas tambang galian C.
Istilah ini merujuk pada kegiatan penambangan bahan galian seperti pasir, batu, dan tanah urug yang umumnya digunakan sebagai material dasar pembangunan infrastruktur.
Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran
DANA
gopay
OVO
ShopeePay
QRIS
Dan lainnya













Leave a Reply
View Comments