- Sudah jatuh tertimpa tangga. Tampaknya inilah yang dialami petani plasma di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, ketika bermitra dengan perusahaan sawit
- Sudahlah bagi hasil kebun sawit dari perusahaan sawit tak sesuai perjanjian, petani pun jadi punya utang puluhan juta di bank. Tiap hektar kebun, petani jadi punya utang sekitar Rp68 juta-Rp77 juta.
- Petani menilai, PT Agro Artha Surya tidak transparan soal produktivitas sawit. Petani maupun koperasi tak mendapatkan informasi soal berapa panen kebun petani.
- Dari janji per hektar dapat Rp1 juta lebih, petani plasma ada yang dapat hanya Rp22.000 per hektar. Itu pun bayar tiap tiga bulan sekali.
Perusahaan sawit datang membawa kesusahan hidup warga terjadi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Janji perusahaan, setelah mau ikut kebun plasma, petani akan dapatkan hasil besar, warga sekitar pun bisa bekerja di perusahaan sawit.
Ternyata, janji tinggal janji. Kenyataan, petani plasma harus menelan pil pahit. Bagi hasil sangat kecil, jauh dari perjanjian, bahkan tanpa sepengetahuan petani, mereka jadi punya utang puluhan juta di bank!
Untuk melanjutkan membaca artikel ini
Langganan Sekarang
Cek paket yang tersedia
Sudah Berlangganan? Masuk Di Sini
- ✓ Dengan berlangganan kamu mendukung independensi media lokal
- ✓ Akses seluruh berita eksklusif di situs ini
- ✓ Berita kredibel tanpa intervensi
- ✓ Baca nyaman dengan lebih sedikit iklan
Kami menerima metode pembayaran
DANA
gopay
OVO
ShopeePay
QRIS
Dan lainnya














Leave a Reply
View Comments